Mengetahui Lebih Dalam Apa itu Squirt, Manfaat, Tanda-tanda, dan Proses Terjadi Squirt
Sensasi orgasme pada wanita disebut-sebut mirip seperti buang air kecil. Tak ayal, beberapa orang kadang mengaku bingung membedakan kencing dan squirting. Dengan begitu, penting rasanya mengetahui tentang tanda-tanda dari squirting.
Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah yang dialami adalah squirt atau buang air kecil saat bercinta hanyalah dengan benar-benar merenungkan sensasi yang dirasakan. Namun, untuk memperjelasnya, simak ulasan tentang apa itu squirt dan berbagai hal yang berhubungan dengan squirt yang ada dibawah ini.
- Apa itu Squirt
Squirt adalah kondisi saat wanita mengeluarkan cairan bening dan tidak berbau dari uretra atau saluran kencing selama atau sebelum orgasme. Jadi, bisa dibilang bahwa squirt ini sebagai ejakulasinya perempuan, yang biasanya terjadi ketika sedang berada di puncak kenikmatan seksual. Cairan yang keluar ini mirip dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjara prostant wanita.
Banyak orang mengangap squirt adalah cairan yang sama dengan air kencing. Hal ini sepenuhnya salah. Beberapa orang mungkin merasa ingin buang air kecil dan mengeluarkan cairan squirt bersamaan dengan air kencing tersebut.
Munculnya sensasi ingin buang air kecil ini disebabkan oleh jaringan di sekitar uretra yang dipenuhi oleh darah. Ketika jaringgan tersebut berkontraksi, kantung kemih akan mendapatkan tekanan dan rangsangan sehingga menyebabkan perasaan kebelet pipis.
- Apakah Squirt Berbahaya
Ejakulasi wanita seperti ini adalah hal yang sangat normal, hanya saja tak banyak orang yang membicarakannya. Menurut International Society for Sexual Medicine, sebanyak 10 hingga 50 persen wanita mengalami ejakulasi saat seks. Beberapa ahli percaya bahwa semua wanita mengalami ejakulasi, hanya saja tak banyak yang menyadarinya. Beberapa wanita ejakulasi, namun tidak selalu mengeluarkannya.
Jadi ketika suatu saat merasa buang air kecil saat melakukan seks, mungkin saja sebenarnya sedang squirting selama jumlah yang dikeluarkan tidak sebanyak saat buang air kecil. Tidak perlu panik atau khawatir, karena hal ini normal.
- Manfaat yang bisa Didapat Wanita Saat Squirting
- Squirting dapat membantu wanita tetap bugar dan menurunkan berat badan. Menurut beberapa penelitian, hubungan seksual yang sehat bisa membakar hingga 200 kalori per 30 menit.
- Wanita yang mencapai ejakulasi akan mengalami peningkatan esterogen dan testosterone yang bisa meningkatkan mood dan mempertajam ingatan.
- Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orgasme yang baik dapat meredakan nyeri, sakit kepala, dan kram pada wanita.
- Selama ejakulasi, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang bisa meningkatkan perasaan bahagia dan senang.
- Dilansir dari Everyday Health, ketika mencapai orgasme, homon oksitosin akan dilepaskan dari sel-sel hipotalamus ke dalam aliran darah. Oksitosin yang biasa disebut hormon cinta ini membuat seseorang menjadi lebih percaya diri, optimis, dan hangat.
- Tanda-tanda Mengalami Squirt
Untuk mendapatkan pengalaman squirt, perempuan harus mengalami klimaks ketika menerima rangsangan seksual. Mengutip Planned Parenthood, ejakulasi pada perempuan biasanya ditandai dengan respons tubuh ini:
- Kenikmatan yang sangat intens pada vagina yang dirasakan anggota tubuh.
- Otot vagina berkontraksi satu kali per detik, selama 5–8 kali.
- Detak jantung dan tingkat pernapasan naik.
- Vagina menjadi lebih basah.
- Diikuti semburan cairan ejakulasi dari vulva.
- Klitoris terasa lebih sensitif.
- Kemerahan pada wajah, leher, dan dada.
- Proses Terjadinya Squirt
Squirt terjadi saat rangsangan diberikan pada G-spot dan kelenjar skene yang terletak di dinding depan vagina. Kelenjar skene, yang mirip dengan kelenjar prostat pada laki-laki, menghasilkan cairan yang keluar melalui uretra saat terangsang.
Teknik stimulasi yang tepat juga memengaruhi kemungkinan terjadinya squirt. Di mana beberapa perempuan dapat mengalaminya hanya dengan rangsangan klitoris, sementara yang lain memerlukan rangsangan pada G-spot dan kelenjar skene.
